Thursday, October 19, 2006

Batu Atau Beling?

Sesuai dengan hukum Ekonomi , semakin banyak permintaan semakin tinggi harga..., banyak orang yang mencoba untuk menciptakan batu batu buatan yang kadar kemiripannya secara visual sampai 90 % mirip. Mungkin sudah jadi kelaziman , hampir tiap kolektor pernah mengalami tertipu dengan membeli barang jadi jadian atu batu tiruan tersebut pada masa masa awal jadi kolektor.
Istilah yang umum dipakai di kalangan perbatuan untuk barang jadi jadian tersebut adalah OBSIDIAN , yang bahan utamanya adalah kaca yang dengan proses tertentu menjadi sangat bagus warna dan sinarnya.Walaupun kalo merujuk ke istilah geologi, Obsidian adalah hasil pemanasan magma yang berupa Volcanic Silika Glass. Tapi sekarang semua batu tiruan yang berasal dari bahan dasar kaca disebut OBSIDIAN.

OBSIDIAN ASLI (VOLCANIC SILIKA GLASS)



OBSIDIAN TIRUAN ( KACA )

Batu mulia yang banyak dipalsukan karena harganya tinggi , terutama adalah Safir, Ruby, Kecubung, Topaz karena orang suka dengan keindahan warnanya.

Bagaimana cara membedakannya?

Berdasarkan pengalaman pribadi simbah, sangat sulit untuk membedakan harus menggunakan alat bantu kaca pembesar , keterampilan , dan pemahaman akan serat batu, dan itu bisa didapat dengan bergaul rapat dengan batu, mungkin juga ditambah dengan unsur feeling.

Maka berhati hatilah kalau membeli batu , ada baiknya minta saran pada kolektor atau teman yang sudah cukup mengerti batu , sebelum membeli batu apalagi kalau berharga sangat tinggi.

Segini dulu ya , mbah mau pulang mudik ni......

Wednesday, October 18, 2006

KECUBUNG





Salah satu batu yang paling populer di Indonesia mungkin adalah kecubung atau dalam bahasa Inggrisnya adalah amethyst , ragam warnanya serta kejernihannya memikat banyak orang.
Daerah penghasil utama untuk amethyst atawa kecubung di Indonesia adalah Kalimantan dan Sumatera, dimana kecubung menjadi komoditi pertambangan rakyat yang cukup menguntungkan, sedangkan untuk dunia penghasil kecubung yang diperhitungkan adalah Brazil, mungkin anda juga pernah mendengar "Brazilian Amethyst atau Kecubung Brazil"? hehehe kapan kapan mampir ke pasar rawa bening , jatinegara disana malah ada "Obsidian Amethys" alias Kecubung yang terbuat dari Beling/Kaca.
Secara teknik geologi, Amethyst atau Kecubung termasuk jenis QUARTS dengan tingkat kekerasan mencapai 7 dalam skala mohs , warna tersebar dengan gradasi mulai dari putih sampai dengan kecoklatan.

Adapun yang paling populer untuk kecubung adalah :

  1. KECUBUNG UNGU TERONG
  2. KECUBUNG PUTIH (KECUBUNG AIR)
  3. KECUBUNG COKLAT (KECUBUNG TEH)

Kualitas yang terbaik adalah yang terlihat transparan/tembus pandang. Kadang Kecubung berkualitas rendah yang telah melalui proses pemanasan, diakui dan dijual sebagai Citrine.

Batu ini secara umum dianggap menyimbolkan dari ketulusan hati, rasa nyaman dan kedamaian hati.

Di Indonesia kecubung selain sebagai batu perhiasan juga sering dianggap sebagai batu yang ber tuah atau ber khasiat, contoh nya ada lah ke cubung kasihan yang di percaya mempunyai khasiat untuk mendapat kan simpati dari orang lain dan juga orang menjadi tidak ingin berbuat jahat kepada si pemakai batu tersebut. Tetapi menurut kepercayaan untuk membuat batu tersebut berkhasiat, harus di olah secara alami, atau tidak menggunakan alat alat modern, seperti gerinda atau obat pemoles lainnya, umum nya mereka menggosok nya dengan menggunakan bambu ( bisa bambu hitam atau bambu biasa ), dan terkadang si pembuat juga berpuasa. Selain itu Kecubung juga digunakan untuk meningkatkan kekuatan bathin/spiritual serta kewaspadaan intuitif seseorang. Juga digunakan untuk meredakan sakit kepala. Legenda mengatakan, menggunakan Amethyst atau minum dari cawan yang terbuat darinya, akan mencegah terjadinya keracunan. (Boleh per caya atau tidak).

Segini dulu ya nanti mbah tambahain